TRiP Consultant.

Selamat datang di blog kami. Blog ini dibuat dengan sprit4share, berharap semoga dapat memberikan manfaat bagi semua yang baca. Meskipun kami konsultan dan menjual ilmu yang kami miliki sebagai mata pencaharian, kami tetap berharap mempunyai sedikit idealisme untuk membagi pengetahuan bukan sebagai ”tukang jualan pengetahuan”.

Disini anda dapat mencoba memahami tentang ISO dengan cara yang lebih santai. Terimakasih telah membaca blog ini, dan bila anda tidak keberatan, silahkan berikan komentar sehingga dapat menjadi masukan bagi kami.

01 Maret 2013

Analisa Resiko / Risk analysis

Baiklah kali ini kita akan memasuki langkah kedua dalam melakukan analisa bahaya  yaitu analisa resiko dan   bahaya (risk and hazard ). Apa yang harus kita lakukan untuk menganalisa resiko? Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan dalam melakukan analisa resiko yaitu ; 
1. Memahami dampak terhadap kegiatan / aktivitas proyek atau bisnis jika risiko yang sebenarnya terjadi (membutuhkan masukan dari pelanggan dan para ahli teknis)

2. Buat peringkat / ranking untuk menilai kemungkinan frekuensi yang timbul (likelihood) atas sebuah kecelakaan berdasarkan identifikasi bahaya yang telah dilakukan pada langkah sebelumnya ( silahkan klik identifikasi bahaya untuk mengingat kembali). 
Sebenarnya anda bisa menentukan sendiri jumlah peringkatnya dari urutan terendah hingga yang tertinggi. Misal anda ingin membagi menjadi 3 peringkat, 4 atau 5 peringkat. Umumnya di beberapa perusahaan sering mencantumkan dalam 5 urutan peringkat. Sebagai contoh anda dapat melihat gambar berikut 

contoh tabel kemungkinan terjadi
3. Buat peringkat untuk dampak dari kecelakaan yang mungkin timbul. Sama seperti langkah kedua di atas anda membuat peringkat kemungkinan dampak yang timbul dari sebuah kecelakaan yang telah anda identifikasi pada langkah identifikasi kecelakaan di posting sebelumnya dan menentukan sendiri berapa jumlah urutan peringkatnya
Silahkan pelajari contoh tabel dampak berikut  


dampak bahaya
4. Setelah anda membuat pemeringkatan seperti langkah 2 dan 3 di atas saatnya anda membuat tabel acuan silang terhadap likehood dan consequence yang dibuat. Tabel ini berguna untuk menentukan tingkat bahaya pada sebuah proses sehingga memudahkan dalam penentuan bahaya 

contoh tabel bahaya


5. Tabel acuan inilah yang nantinya akan berguna ketika anda  memasukkan ke dalam daftar identifikasi bahaya yang telah anda buat seperti di posting sebelumnya di url berikut  http://tripconsultant.blogspot.com/2013/02/risk-and-hazard-identification.html sehingga anda mempunyai tabel yang lebih panjang dibandingkan tabel sebelumnya. lihat contoh di bawah ini 
(catatan : anda harus memilih SALAH SATU dari 3 bentuk tabel di masing2 gambar ! silahkan pilih 3 peringkat atau 4 atau 5 peringkat) 




wrote by zulkhaidarsyah with spirit 4 share 
Semua Ilmu adalah Milik ALLAH semata.. kekurangan ilmu adalah semata2 karena keterbatasan kemampuan kami

13 Februari 2013

Risk and Hazard Identification

Pada tulisan sebelumnya kita telah membahas langkah - langkah sederhana dalam melakukan analisa bahaya sesuai dengan persyaratan OHSAS 18001:2007 yang disesuaikan dengan standar Manajemen Resiko ISO 31000:2009. Pada tulisan ini akan di bahas lebih detil tentang bagaimana melakukan langkah - langkah tersebut sehingga anda dapat membuat analisa bahaya yang lebih lengkap khususnya bagaimana melakukan identifikasi resiko dan kemungkinan bahaya (risk and hazard identification). Ok kita masuk langkah - langkah yang umumnya dilakukan yaitu :

  1. Tentukan area kerja yang akan di analisa 
  2. Buat Focus Grup Discussion
  3. Tampilkan flowchart proses pada area kerja 
  4. Catat aktivitas - aktivitas yang dilakukan
Pada tahapan ini kita sedang melakukan identifikasi terhadap semua aktivitas yang dilakukan. Bila anda berada dalam sebuah perusahaan dengan operasional yang bersifat rutin maka disarankan untuk membagi berdasarkan area pekerjaaan kemudian mengajak personil yang dianggap 'tahu' dengan situasi dan lokasi area pekerjaan tersebut. Tetapi bila anda membuat analisa bahaya sebuah proyek, anda dapat membagi dalam 2 type yaitu : area pekerjaan dan proses pekerjaan ataupun gabungan dari kedua2nya. Ini sangat tergantung jenis dan model proyek yang anda kerjakan. 

Ok, mari kita lihat, kita masuk ke langkah pertama :

I. Tentukan area kerja
Sebagai contoh sederhana kita ambil area kantor / office.

II. Buat focus Group Discussion
Sederhananya adalah anda membuat grup diskusi yang terdiri dari orang - orang yang berkompeten. Kompetensinya tentang apa? Yang pasti ada anda yang mengerti bagaimana membuat analisa bahaya, lalu di tambah dengan orang senior/orang lama yang ada di area tersebut untuk menjelaskan dan menceritakan kemungkinan bahaya pada lokasi kerja. Pada FGD ini, anda harus membuat beberapa skenario terburuk dari sebuah aktivitas, bersikap open mind terhadap semua kemungkinan dengan prinsip 'tidak ada yang tidak mungkin, 1-1nya yang tidak mungkin adalah ketidak mungkinan tersebut'. Untuk lebih efektif disarankan tidak mengambil jumlah anggota yang banyak, 3-5 orang saya rasa cukup ideal untuk membahas sebuah area kerja.

III. Buat flowchart area kerja
Buatlah flowchart / diagram alir tentang proses atau aktivitas di area kerja tersebut. Atau bila anda telah mempunyai diagram alirnya silahkan di lihat dan dijadikan panduan dalam membuat analisa bahaya. Anda juga dapat menambahkan
  • aktivitas - aktivitas yang tidak ada dalam flowchart tapi sering dilakukan oleh karyawan dan berpotensi bahaya. contoh : naik - turun tangga, buka-tutup pintu dll. 
  • situasi dan lingkungan sekitar area kerja. contoh : letak stop kontak listrik, lapisan karpet yang tidak rata / sobek dll
IV. Catat aktivitas / proses / lingkungan /situasi yang ada 
Pencatatan ini dimaksudkan untuk membuat daftar - daftar yang akan kita analisa bahaya dan kemungkinan bahayanya. Daftar ini juga akan membantu dalam menentukan focus group discussion yang akan kita lakukan dalam menguraikan kemungkinan bahaya atau resiko. 

Dari langkah - langkah diatas akhirnya anda akan mempunyai sebuah daftar seperti contoh di bawah ini 






Beberapa hal yang dapat anda perhatikan pada saat membuat form resiko : 

1. Berikan setiap risiko pengenal unik atau nomor sederhana dari 1 sampai n.

2. Sebuah deskripsi resiko yang cukup rinci cukup bagi siapa pun yang membaca daftar risk untuk memahami risiko atau mengajukan pertanyaan cerdas kepada orang yang mengidentifikasi risiko.

3. Sebuah indikator risiko yaitu setiap peristiwa yang mungkin menjadi tanda peringatan dini dari risiko terjadi, atau mungkin memicu urutan peristiwa yang jika tidak dikontrol dengan baik akan menimbulkan risiko yang terjadi.

4. Mengelompokkan risiko ke dalam grup yang spesifik misalnya Keselamatan, teknis, dll komersial.

5. Rekam aktivitas selama apa yang ditangkap "misalnya sesi brainstorming, 1 on 1 wawancara, ini akan berguna untuk analisis seluruh proyek dan akan membantu Anda terus meningkatkan proses analisis risiko AndaSehingga kemudian mencakup informasi yang Anda butuhkan untuk memperoleh semua data setelah Anda telah mengidentifikasi risiko tertentu


Langkah berikutnya adalah untuk menganalisis dan mendapatkan pemahaman rinci tentang apa kejadian tersebut akan berarti (benar2 menimbulkan bahaya) atau hanya sekedar kemungkinan bahaya


wrote by zulkhaidarsyah with spirit 4 share 
Semua Ilmu adalah Milik ALLAH semata.. kekurangan ilmu adalah semata2 karena keterbatasan kemampuan kami

11 Februari 2013

Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) bg 1b. Analisa bahaya

wuihhh lama sekali saya tidak memperbaharui blog ini, dari kesibukan - kesibukan pribadi hingga aktifitas pekerjaan. Maafin yahh.... :D Tapi percayalah, saya masih tetap ingin berbagi secara free terkait pengetahuan dan kemampuan saya melakukan set up sistem manajemen sesuai dengan ISO 

Posting kali ini merupakan lanjutan dari posting 


di link pertama saya memberikan gambaran singkat tentang dasar dari penerapan sistem manajemen K3 yatu dengan pemenuhan peraturan dan melakukan analisa resiko bahaya. Kemudian di link kedua saya memberikan gambaran bagaimana memenuhi peraturan yang dapat anda terapkan pada sistem manajemen K3 ataupun sistem manajemen lingkungan. Jadi di posting ini akan saya lanjutkan tahapan kedua yaitu melakukan analisa resiko bahaya terhadap aktifitas kegiatan. 

Dan sesungguhnya ini postingan yang paling susah karena begitu banyak teknik melakukan analisa resiko bahaya dalam pelaksanaan sistem manajemen K3. Setiap teknik dapat secara sah dilakukan pada setiap jenis perusahaan yang membedakan adalah kecocokan setiap teknik dengan jenis dan resiko bahaya pada aktivitas personil atau operasional perusahaan. Anda bisa menyebut teknik - teknik tersebut antara lain :
  1. HIRARC
  2. HAZOP
  3. Fault Tree Analysis
  4. FMEA
  5. dll 
Disini saya akan bahas tentang manajemen resiko dari sisi ISO dengan menampilkan ISO 31000:2009 sebagai landasan dalam penerapan analisa resiko bahaya pada operasional perusahaan dan aktivitas personil perusahaan. Kemudian di kesempatan lain saya akan coba membedah detil - detil teknik analisa bahaya yang  dapat dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis perusahaan yang anda miliki. Secara umum anda dapat melakukan analisa bahaya dengan menggunakan 4 langkah sederhana yaitu 
  1. Risk identification
  2. Risk analysis
  3. Risk Response Plan
  4. Risk Monitoring and Control


maaf..penjelasannya disambung pada posting berikutnya. Silahkan anda klik tulisan langkah - langkah analisa bahaya di atas sesuai dengan urutan :) 

wrote by zulkhaidarsyah with spirit 4 share 
Semua Ilmu adalah Milik ALLAH semata.. kekurangan ilmu adalah semata2 karena keterbatasan kemampuan kami

04 Juli 2012

Investigasi Kecelakaan

Pernahkah anda melihat kecelakaan pada lingkungan kerja anda? Pernahkah anda mengalaminya sendiri?? Kecelakaan pada lingkungan kerja adalah salah satu bagian dari kejadian terkait K3 dan lingkungan di perusahaan. Incident / insiden / kejadian dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

  1. near miss / nyaris /hampir
  2. accident / kecelakaan
File presentasi dibawah ini membahas bagaimana kita melakukan investigasi bila menghadapi sebuah insiden sehingga bila judulnya hanya investigasi kecelakaan tapi bisa digunakan dalam melakukan investigasi pada kejadian nyaris / hampir celaka. 

silahkan dipelajari, bila ada pertanyaan silahkan mengisi komen dan insya allah akan saya jawab bila saya mampu :)




wrote by zulkhaidarsyah with spirit 4 share 
Semua Ilmu adalah Milik ALLAH semata. kekurangan ilmu adalah semata2 karena keterbatasan kemampuan kami

29 Mei 2012

PP 50 Th 2012 tentang standar manajemen K3

Sistem Manajemen K3 atau yang lebih dikenal dengan SMK3 adalah standar penerapan manajemen K3 khas Indonesia. Pada awalnya standar ini di atur dalam peraturan menteri tenaga kerja No 05 tahun 1996. Kemudian pada bulan mei tahun 2012 ini dikeluarkan Peraturan Pemerintah No 50 yang membahas tentang SMK3. 
Karena tuh file baru dapat hari ini makanye gw baru bisa share tentang keberadaan peraturan ini belom ngebahas lebih lanjut, so enjoy the file sambil iseng2 gigitin pulpen atau klo kurang silahkan gigit2 tiang listrik :D












eh kelupaan..!!! silahkan ambil filenya di daftar peraturan dan perundangan yang ada di blog ini :) insya allah gw bahas tentang PP baru ini secepatnya karena gw mang pengen explore lebih lanjut termasuk keterkaitan antara Permen 05 yang lama

wrote by zulkhaidarsyah with spirit 4 share 
Semua Ilmu adalah Milik ALLAH semata.. kekurangan ilmu adalah semata2 karena keterbatasan kemampuan kami

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More