TRiP Consultant.

Selamat datang di blog kami. Blog ini dibuat dengan sprit4share, berharap semoga dapat memberikan manfaat bagi semua yang baca. Meskipun kami konsultan dan menjual ilmu yang kami miliki sebagai mata pencaharian, kami tetap berharap mempunyai sedikit idealisme untuk membagi pengetahuan bukan sebagai ”tukang jualan pengetahuan”.

Disini anda dapat mencoba memahami tentang ISO dengan cara yang lebih santai. Terimakasih telah membaca blog ini, dan bila anda tidak keberatan, silahkan berikan komentar sehingga dapat menjadi masukan bagi kami.

04 September 2011

Prosedur Wajib dalam ISO 14001:2004

Dalam rangkaian postingan tentang ISO 14001:2004 saya sempat menjanjikan tentang prosedur2 yang wajib ada dalam menjalankan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004. Sebenarnya bagaimana sih cara menentukan apakah prosedur tersebut wajib atau tidak dalam ISO 14001?? Caranya sebenarnya sederhana kita hanya memerlukan standar ISO 14001:2004 dan membacanya dengan seksama dalam tempo sesingkat2nya. Halaahhh knapa kayak teks proklamasi?? Hihihihi ;-D Klo lom punya standarnya, ambil sendiri yah di salah satu page blog ini, setelah donlot baru dilanjutkan bacaannya ;-)

7 Tools : Dasar Statistika Kualitas


Lagi bosen ngomongin ISO, saya coba share tentang hal lain terkait dengan penerapan sistem manajemen yah...?? mau kan?? Ga mau gw jitak !!! hehehehe OK kita bahas yang paling dasar dulu yaitu statistika sederhana yang sangat membantu dalam proses perbaikan berkelanjutan. Haaahh perbaikan berkelanjutan??? Jadi masih ISO zul?? Hihihi bijimane lagi ?? ini kan blognya tentang ISO dan teman2nya makanya mau ga mau harus di isi terkait dengan penerapan ISO di perusahaan bukan masalah curhat percintaan !!! Rhyming?? I love rhyming

7 tools itu adalah : 
   
1. Lembar periksa (check sheet)
Didalam ISO kita mengenalnya sebagai form pemeriksaan atau daftar isian yang akan kita isi untuk memantau proses   

2. Stratifikasi
Ini merupakan penggabungan data sejenis untuk memudahkan perhitungan sekaligus menghilangkan bias / penyimpangan data

3. Diagram pareto
Hukum Pareto adalah hukum 80 : 20. Dengan asumsi bahwa dari 100 % data kita akan mengbil 20% data terbesar yang biasanya menyelesaikan 80% masalah. Terkait hukum ini bisa saja anda menemukan pola 90:10 atau pola 70:30 tapi ini tidak menjadi masalah besar.Karena penggunaan hukum ini cenderung untuk melakukan penyortiran pemilihan

4. Diagram tulang ikan / fishbone diagram / ishikawa diagram
Ini adalah diagram yang menggambarkan hubungan sebab akibat dari suatu masalah dengan kemungkinan penyebab masalah. Ditambah kombinasi dari prinsip 5 why dan 5 M (man, machine, methods, materialdan money), maka dari 1 masalah kita bisa menemukan puluhan penyebab serta mengurainya menjadi akar penyebab sebagai titik tolak perbaikan yang akan dilaksanakan

5.Histogram
Di hampir semua contoh di internet dan bahkan buku2 panduan histogram hanya melambangkan diagram balok yang berfungsi untuk menggambarkan kondisi data dengan grafik. Saya pribadi menganggap bahwa histogram harusnya adalah segala jenis pola grafik baik diagram batang(bar chart), diagram garis (line chart) atau grafik lain yang dapat menggambarkan kondisi data yang dikumpulkan

6.Diagram tebar (scatter diagram)
Sesungguhnya saya sering melewatkan diagram ini pada pola perbaikan dikarenakan diagram ini hanya ingin menunjukkan hubungan korelasi antar 2-3 faktor yang sebenarnya bisa dapat disimpulkan dari histogram yang dibuat. Kalo anda seorang pembelajar (mahasiswa atau junior), anda wajib membuat ini untuk menunjukkan korelasi antara penyebab dengan masalah. Tapi dalam penggunaan praktis model diagram ini sering dilewatkan. Terkecuali bila anda ingin menunjukkan data lebih komprehensif biasanya dalam kompetisi QCC atau GKM maka ini menjadi mutlak untuk di tunjukkan dalam upaya membuktikan bahwa anda tidak salah jalan

7.Peta kendali (control chart)
Nah ini adalah pola grafis yang berguna ketika anda sedang menyortir data atau ketika anda sedang melakukan tinjauan apakah perbaikan yang anda lakukan memang berjalan sesuai dengan jalurnya. Pola peta kendali inilah yang berkembang menjadi 6 sigma.

Pada awalnya 7 alat sederhana ini di kombinasikan dengan delapan langkah pemecahan masalah yang dikenal dengan nama DELTA (DELapan LAngkah Tujuh Alat) yang terdiri dari
  1. Menetapkan masalah
  2. Menetapkan target perbaikan
  3. Menggambarkan kondisi aktual
  4. Analisa sebab akibat
  5. Merencanakan perbaikan
  6. Melaksanakan perbaikan
  7. Menganalisa hasil perbaikan  
  8. Menetapkan standar
Oh ya terkait dengan 8 langkah ini, klo lo nemuin min 2 versi dari bagaimana melakukan langkah – langkah perbaikan masalah maka sebenarnya lo sedang menemukan pola Quality Control Cycle / Gugus Kendali Mutu versi jepang sebagai induk dari pola ini dan versi indonesia yang di adopsi dari versi jepang. Perbedaannya sederhana terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan perbaikan. Di versi jepang tahapan perencanaan dipisahkan dengan pelaksanaan sedangkan di versi indonesia tahapan ini digabungkan. Atau bila juga lo menemukan beberapa perbedaan dari literatur yang lo baca, ini terkait dengan pola implementasi dari masing2 ahli Kualitas. Intinya sih sama aja yaitu pola PDCA ~ PDSA (S = standarisasi) dengan penjabaran tahap2 seperti tulisan di atas. Gw sendiri mencoba mengambil sesuai dengan pengalaman dan kebiasaan gw.Kemudian datanglah six sigma dengan kehebatannya yang ingin mencapai sesuatu yang sepertinya mustahil tapi memang benar bisa dilakukan selama kita mau J 7 tools mengalami perkembangan dengan penambahan teknik statistika yang lebih advance tetapi pola pemecahan masalah atau pola perbaikan berkelanjutan tetap pada koridor PDCA . Six sigma mengadopsi statisilk tingkat lanjut dengan penggunaan software untuk membantu perhitungan data. Pola yang di terapkan adalah
  • Define (menentukan)
  • Measure (mengukur)
  • Analyze (menganalisa)
  • Improve (perbaikan) dan  
  • Controll (pengendalian)
Pada posting ini, gw cuma membahas 7 tools dan 8 langkah dalam implementasi ISO. Sedangkan penerapan six sigma gw masih mempertimbangkan untuk menulisnya dikarenakan gw mencoba memprioritaskan hal2 sederhana dulu dalam implementasi sistem manajemen. SO kira2 gitu dulu dasar pengenalan terhadap 7 alat statistik sederhana yang akan kita gunakan dalam perbaikan berkelanjutan yang menjadi nyawa dari sistem manajemen mutu, lingkungan dan K3. Tulisan berikut kita akan ngebahs implementasinya dalam sistem manajemen yang kita gunakan.

Catt : gambar2 7 alat ini akan segera gw upload untuk lebih memudahkan pemahaman segera setelah gw selesai bikin. Itu dengan catatan klo gw ga maleess lagi heehehehe





wrote by zulkhaidarsyah with spirit 4 share 
Semua Ilmu adalah Milik ALLAH semata.. kekurangan ilmu adalah semata2 karena keterbatasan kemampuan kami

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More